Dinkes Jember Catat 40 Kasus Positif Campak dari 119 Suspek

dr. Rita Wahyuningsih

Kawan KISS FM.

KLB campak di Kabupaten Jember kian mengkhawatirkan. Dinas Kesehatan Kabupaten Jember mencatat sebanyak 119 kasus suspek campak selama periode 2025–2026, dengan 40 kasus di antaranya telah terkonfirmasi positif.

Data tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jember, dr. Rita Wahyuningsih, saat hearing bersama Komisi D DPRD Jember, Dinas Kesehatan, serta 15 kepala puskesmas di Kabupaten Jember, Senin, 10 Mei 2025.

Menurut Rita, data diperoleh dari laporan 50 puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Jember. Kecamatan Ledokombo menjadi wilayah dengan kasus campak tertinggi, yakni 12 kasus suspek dengan 8 di antaranya dinyatakan positif. Disusul Kecamatan Sumberjambe dengan 8 kasus suspek dan 5 kasus positif.

Selain itu, terdapat lima kecamatan dengan jumlah kasus positif tertinggi, yakni Ledokombo sebanyak 8 kasus positif, Sumberjambe 5 kasus positif, Umbulsari 4 kasus positif, Mayang 4 kasus positif, serta Kecamatan Silo dengan 4 kasus positif yang tersebar di dua puskesmas.

Dinas Kesehatan Jember mengaku telah melakukan berbagai langkah penanganan untuk menekan penyebaran campak. Namun, upaya tersebut masih terkendala keterbatasan stok vaksin sehingga membutuhkan dukungan dari DPRD Jember untuk penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Jember Muhammad Hafidzi Kholis meminta data penanganan kasus virus measles dan rubella disajikan secara akurat agar langkah penanggulangan dapat dilakukan secara maksimal. Menurutnya, kasus campak tidak boleh dianggap sepele karena memiliki tingkat penularan yang sangat cepat.

Ia menegaskan perlunya sinergi antara Dinas Kesehatan dan Komisi D DPRD Jember dalam menangani kasus campak yang kini telah berstatus kejadian luar biasa (KLB). Hafidzi juga meminta seluruh puskesmas di wilayah yang terdapat kasus positif untuk terus berkoordinasi dan saling bertukar informasi guna mempercepat penanganan di lapangan.

Selain itu, DPRD Jember mendesak Dinas Kesehatan segera mengambil langkah-langkah strategis agar penyebaran campak tidak semakin meluas di Kabupaten Jember. 

<<<< Hafit

(70 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.