
Kawan KISS FM,
Komisi C DPRD Kabupaten Jember meminta Bupati Muhammad Fawait untuk memastikan kesiapan dan kelayakan Bandara Notohadinegoro sebelum kembali membuka penerbangan komersial.
Seperti diketahui, Pemkab Jember berencana mengaktifkan kembali Bandara Notohadinegoro pada tahun 2025, atau paling lambat tahun 2026.
Ketua Komisi C, Ardi Pujo Prabowo, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan monitoring ke lokasi bandara bersama Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) dan beberapa OPD terkait pada Senin, 21 April 2025.
Kegiatan ini dilakukan atas arahan langsung dari Bupati Fawait, yang mendorong agar bandara kembali beroperasi dalam waktu dekat. Rencananya, bandara ini akan melayani penerbangan komersial dengan pesawat jenis ATR 72 berkapasitas 72 penumpang.
Dari hasil pemantauan, Ardi menyebut masih ada beberapa hal yang harus dibenahi, seperti marka landasan pacu, kesiapan alat pemindai (sinar-X), fasilitas pemadam kebakaran, dan juga hanggar pesawat.
Terkait hanggar, pihaknya akan melakukan pembahasan lebih lanjut, namun karena pesawat yang akan digunakan adalah ATR 72, segala aspek keselamatan dan teknis perlu dipastikan siap terlebih dahulu. Komisi C juga membuka kemungkinan mendorong anggaran lewat perubahan APBD 2025.
Sebagai tindak lanjut, Komisi C bersama TP3D dan sejumlah OPD akan membentuk tim kecil untuk mempercepat proses reaktivasi bandara.
Meski saat ini tengah dilakukan efisiensi anggaran, Ardi menekankan bahwa program ini bersifat mendesak dan strategis, sehingga perlu diberikan perhatian khusus dalam penganggarannya. Koordinasi akan terus dilakukan dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan DPRD Jember agar rencana ini bisa berjalan optimal.
Sebelumnya, Bupati Fawait juga telah mengirim surat resmi kepada Kementerian Perhubungan untuk mengaktifkan kembali Bandara Notohadinegoro, dengan rencana membuka rute penerbangan Jember–Bali atau Jember–Jakarta.
(495 views)