Selama ini Kabupaten Jember yang pertama kali dan satu-satunya Kabupaten di Jawa Timur, yang menggunakan Perkada APBD. Demikian disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf, kepada sejumlah wartawan Kamis siang.
Gus Ipul mengaku sangat prihatin, sampai akhir Januari APBD Jember tahun 2018 belum juga ditetapkan. Mestinya harus ada titik temu antara Bupati dengan DPRD, yang tentu saja mestinya Bupati sebagai leader penyelesaian masalah ini. Sebab jika sampai terus menerus menggunakan Perkada, masyarakat luas yang akan menjadi korban.
Bupati bisa saja melakukan kompromi, menerima atau menolak usulan DPRD. Tetapi tentu saja tidak bisa jika kemudian ditolak keseluruhan. Sebab DPRD juga representasi pilihan rakyat yang sah dalam demokrasi.
Persoalan ini mnurut Gus Ipul menjadi perhatian serius Pemerintah Propinsi, karena baru kali ini dan Jember satu-satunya Kabupaten yang tidak memiliki APBD. Kabupaten yang terlambat penetapan banyak dan sering terjadi, tetapi belum pernah ada yang hingga masuk tahun anggaran apbd nya belum ditetapkan.
Lebih jauh Gus Ipul menjelaskan, selama ini Pemerintah Propinsi sudah berulang kali mendorong Bupati dan DPRD, agar segera duduk bersama menyelesaikan APBD Jember tahun 2018. Karena hanya dengan demikian pembangunan di daerah bisa berjalan normal.
