Bakal Calon Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf, menganggap sejumlah kampanye hitam yang diarahkan kepadanya, sebagai bentuk doa kemenangan. Demikian disampaikan Gus Ipul, disela-sela kunjungannya ke sejumlah Ponpok Pesantren di Jember Kamis siang.
Menurut Gus Ipul, seetidaknya ada dua kampanye hitam yang diarahkan kepadanya. Pertama soal dirinya yang dinilai mencium tangan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarno Putri, hanya untuk mendapat rekoemndasi PDI Perjuangan.
Padahal dirinya bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, sebelumnya dititipkan langsung oleh Almarhum Gus Dur kepada Megawati. Bahkan saat bersama Megawati itulah dirinya mendapatkan pendamping hidupnya. Sehingga wajar jika kemudian dirinya bersalaman dan mencium tangan Megawati, yang sudah dianggapnya sebagai orang tua sendiri.
Kampanye hitam kedua tentang KH. BISRI Syamsuri yang merupakan kakeknya, dinilai sebagai bukan pendiri Nahdlatul Ulama. Gus Ipul mengaku tidak habis pikir bagaimana mungkin isu tersebut muncul justru dari internal NU.
Meski demikian lanut Gus Ipul, dirinya merasa tidak perlu menanggapi kampanye hitam tersebut. Selama isu itu bukan fakta, Gus Ipul yakin lambat laun akan hilang dengan sendirinya. Gus Ipul menganggap kampanye hitam tersebut sebagai sebuah doa bagi kemenangannya.
