Pemkab Jember Diminta Gencarkan Edukasi Pengelolaan Sampah Sebelum Pembatasan TPA Pakusari

Kawan KISS FM.

Pemerintah Kabupaten Jember didorong untuk melakukan edukasi secara masif kepada masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan terkait pengelolaan sampah menjelang pembatasan TPA Pakusari pada 1 Juni 2026.

Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat siap menghadapi perubahan sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.

Saat ini, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jember disebut mulai aktif memberikan edukasi penanganan sampah melalui media sosial. Mulai pejabat struktural, pejabat fungsional, guru, hingga tenaga kependidikan menyampaikan pesan tentang pentingnya pengelolaan sampah yang benar serta potensi ekonomi dari pengolahan sampah rumah tangga.

Anggota Komisi A DPRD Jember, Tabroni mengatakan, penutupan TPA Pakusari harus diikuti langkah konkret dari pemerintah daerah. Menurutnya, penanganan persoalan sampah tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi harus menyeluruh mulai dari tingkat rumah tangga hingga pengolahan akhir.

Sementara itu, Kepala SDN Cempedak 3, Muhammad menjelaskan, pihak sekolah telah menerima sosialisasi mengenai pengelolaan sampah. Bahkan saat pelantikan kepala sekolah SD dan SMP di SMP Negeri 7 Jember beberapa waktu lalu, Bupati Jember Muhammad Fawait menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang baik, benar, dan berkelanjutan.

Menurutnya, sampah harus mulai dipilah sejak dari sumbernya, seperti rumah tangga, termasuk sekolah.

Pantauan di media sosial menunjukkan ASN dari berbagai OPD, guru, kepala sekolah, hingga pimpinan OPD mulai aktif menyampaikan pesan edukasi pengelolaan sampah melalui akun Facebook dan Instagram masing-masing.

<<<<< Hafit

(65 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.