Respons Potensi Kemarau Panjang, Pemkab Jember Siapkan Jaringan Irigasi Pertanian

Kawan KISS FM.

Pemerintah Kabupaten Jember mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang yang diprediksi terjadi hingga akhir tahun 2026. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat infrastruktur pengairan pertanian melalui pengadaan 100 unit irigasi perpompaan (Irpom) dan rehabilitasi sejumlah jaringan irigasi.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, secara umum produktivitas pertanian Jember diproyeksikan meningkat pada 2026. Namun, prediksi musim kemarau panjang yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi tantangan yang harus diantisipasi sejak dini.

Menurutnya, pemerintah daerah telah menugaskan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP), para penyuluh pertanian, pendamping lapangan, serta Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) untuk menyusun langkah mitigasi guna mengurangi dampak kemarau terhadap sektor pertanian.

Ia menjelaskan, antisipasi dilakukan tidak hanya melalui penguatan infrastruktur, tetapi juga melalui pendampingan kepada petani terkait pola tanam, waktu tanam, serta strategi budidaya yang sesuai dengan kondisi cuaca yang diperkirakan terjadi.

Sebagai bagian dari penguatan sistem pengairan, Kabupaten Jember akan memperoleh 100 unit irigasi perpompaan (Irpom) pada tahun 2026. Program tersebut ditujukan untuk membantu lahan pertanian yang selama ini mengalami keterbatasan akses air, sehingga dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk meningkatkan produksi pangan.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan program pemeliharaan dan rehabilitasi jaringan irigasi. Sedikitnya 16 titik irigasi skala besar direncanakan mendapatkan perbaikan guna memperlancar distribusi air ke areal pertanian.

Fawait mengungkapkan, hasil evaluasi pemerintah daerah menunjukkan kondisi infrastruktur pertanian masih menjadi salah satu faktor yang menghambat peningkatan produksi. Bahkan sekitar 70 persen infrastruktur pertanian di Jember belum memadai.

Kerusakan jaringan irigasi, menurutnya, berdampak langsung terhadap produktivitas lahan dan pola tanam petani. Karena itu, pemerintah daerah terus menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur pertanian.

<<<<< Ulil

(54 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.