
Kawan KISS FM.
Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Jember terus menunjukkan peningkatan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, hingga minggu ke-23 tahun 2026 atau per 15 Juni 2026, tercatat sebanyak 273 warga terkonfirmasi menderita DBD. Dari jumlah tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia.
Anggota Komisi D DPRD Jember, Alfian Andri Wijaya, mengungkapkan bahwa secara keseluruhan terdapat 698 kasus dengue yang tercatat di Kabupaten Jember. Dari jumlah itu, 273 kasus telah berkembang menjadi DBD yang memerlukan penanganan lebih intensif.
Menurut Alfian, angka insiden atau Incidence Rate (IR) DBD di Jember saat ini mencapai 26 kasus per 100 ribu penduduk. Angka tersebut jauh di atas target nasional yang berada di kisaran maksimal 10 kasus per 100 ribu penduduk. Kondisi ini menunjukkan risiko penularan DBD di Kabupaten Jember mencapai 2,6 kali lebih tinggi dibanding standar nasional.
Meski demikian, tingkat kematian atau Case Fatality Rate (CFR) DBD di Jember tercatat sebesar 0,4 persen, masih berada di bawah ambang batas nasional sebesar 0,5 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa penanganan pasien DBD di fasilitas kesehatan berjalan cukup baik sehingga angka kematian dapat ditekan.
Selain itu, Alfian menyoroti capaian Angka Bebas Jentik (ABJ) di Kabupaten Jember yang saat ini baru mencapai 93 persen. Angka tersebut masih berada di bawah target nasional sebesar 95 persen, sehingga diperlukan upaya lebih serius dari pemerintah dan masyarakat dalam menjalankan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui program 3M Plus.
Menurutnya, data tersebut harus menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat agar lebih aktif melakukan langkah-langkah pencegahan. Sebab, penyebaran DBD dapat ditekan apabila jentik nyamuk Aedes aegypti berhasil diberantas sejak dini.
Alfian juga mengimbau masyarakat untuk secara rutin menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta memanfaatkan bubuk abate guna mencegah berkembangnya jentik nyamuk penyebab DBD.
Sebelumnya, kasus DBD sempat menjadi perhatian di Desa Selodakon, Kecamatan Tanggul. Di wilayah tersebut tercatat sedikitnya 12 warga terjangkit DBD. Sementara itu, di Kecamatan Sukorambi, seorang perempuan dilaporkan meninggal dunia setelah terinfeksi penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut.
Pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan terus mengintensifkan upaya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat guna menekan laju penyebaran DBD yang hingga pertengahan tahun ini masih menunjukkan tren peningkatan.
<<<< HAFIT
(44 views)