
Kawan KISS FM.
Dua jamaah haji asal Kabupaten Jember terpaksa dipulangkan lebih awal melalui mekanisme tanazul pemulangan atau mutasi kloter karena mengalami gangguan kesehatan selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
Kedua jamaah tersebut adalah Arifin Abdullah, warga Jalan Gajah Mada, Kelurahan Condro, Kecamatan Kaliwates, serta Satubi Umar, warga Desa Serut, Kecamatan Panti.
Kepala Seksi Pelayanan Haji dan Fasilitasi Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kabupaten Jember, Irvan Irdhian Syah, menjelaskan, Arifin Abdullah yang semula tergabung dalam Kloter 92 Jember dipindahkan ke Kloter 30 Surabaya untuk mempercepat proses kepulangannya. Jamaah tersebut dijemput petugas kesehatan pada Jumat 12 Juni dengan pendampingan dari KBIH Arraudha dan petugas Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jember.
Sementara itu, Satubi Umar yang tergabung dalam KBIHU Al Multazam dimutasi dari Kloter 95 ke Kloter 47. Ia dijemput di Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada Sabtu 13 Juni oleh petugas kesehatan yang didampingi pengurus KBIHU Al Multazam dan petugas Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jember.
Kedua jamaah dipulangkan menggunakan ambulans agar dapat segera memperoleh penanganan medis lanjutan setelah tiba di daerah masing-masing.
Selain itu, Irvan menyampaikan sebanyak 17 jamaah haji Kabupaten Jember yang tergabung dalam Kloter 37 telah tiba dan kembali ke rumah masing-masing. Rombongan tersebut mendarat di Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada Rabu 10 Juni sebelum melanjutkan perjalanan menuju Jember dengan pendampingan dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kabupaten Jember.
Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin, menegaskan pemerintah daerah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jamaah haji, tidak hanya saat pemberangkatan tetapi juga selama proses pemulangan hingga kembali ke keluarga masing-masing.
Menurutnya, proses penjemputan jamaah Kloter 37 berlangsung lancar berkat koordinasi berbagai pihak. Pemkab Jember terus memastikan seluruh jamaah dapat kembali ke daerah asal dalam kondisi aman, nyaman, dan sehat.
Ia menambahkan pelayanan kepada jamaah haji merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilaksanakan secara optimal, sehingga seluruh jamaah dapat menuntaskan rangkaian ibadah dan kembali berkumpul dengan keluarga tanpa kendala berarti.
<<<< Hafit
(59 views)