Kawan KISS FM,
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pos Meteorologi Jember menyampaikan penyebab cuaca di kawasan Jember beberapa hari terakhir, mengalami peningkatan curah hujan.
Prakirawan BMKG Pos Meteorologi Jember, Hukama Nur Akmal, kepada KISS FM, Sabtu 30 November mengatakan, saat ini di wilayah Jawa Timur termasuk Jember, belum memasuki puncak musim penghujan. Puncak musim penghujan diperkirakan baru berlangsung pada bulan Januari hingga Februari.
Hukama mengatakan, tingginya curah hujan di Jember beberapa hari terakhir terjadi akibat banyaknya gangguan atmosfer yang berlangsung secara serempak. Fenomena ini bahkan terjadi secara menyeluruh di Pulau Jawa.
Beberapa di antaranya yakni gangguan atmosfer MGO, gelombang Rossby dan Kelvin. Ditambah lagi saat ini, terjadi pertemuan massa udara di Jatim yang memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan.
Kondisi tersebut juga didukung dengan aktifnya angin monsun Asia yang bergerak dari barat ke timur.
Lebih lanjut, Hukama mengatakan, kondisi hujan dengan intensitas yang cukup tinggi ini akan berlangsung hingga 4 hari ke depan.
Dia juga mengatakan, hujan dengan kategori ringan hingga sedang ini memiliki karakteristik pertumbuhan awan sedang hingga rendah, sehingga tidak banyak memicu terjadinya petir.
Berbeda dengan kondisi hujan yang terjadi dari perubahan suhu yang signifikan. Jika pada pagi hingga siang kondisi cuaca panas tinggi, maka pertumbuhan awan pada sore hari memiliki karakteristik yang tebal dan tinggi, sehingga juga memicu terjadinya petir.
<<< Ulil
(643 views)