
Unit Pelayanan Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) DP3AKB Jember meminta agar korban pelecehan seksual tidak ragu untuk melapor.
Tidak hanya kasus pelecehan seksual, pihaknya juga menerima laporan kasus kekerasan fisik, psikologis, dan lainnya yang sering dialami anak-anak dan perempuan.
Kepala UPTD PPA DP3AKB Jember, Poedjo Boedi Santoso, memastikan akan menjamin keamanan identitas korban pelecehan seksual.
Untuk kasus-kasus pelecehan dan kekerasan, pihaknya memberikan layanan yang dibutuhkan, seperti bantuan hukum, layanan psikolog, dan jika perlu, visum.
Tidak hanya itu, pihaknya juga memberikan layanan gratis untuk rumah aman sebagai perlindungan selama proses hukum berjalan, jika memang dibutuhkan korban.
Seperti diketahui, baru-baru ini seorang anak TK menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang mahasiswa asal Tempurejo. Keluarga korban akhirnya memberanikan diri untuk mendatangi UPTD PPA Jember pada Rabu 4 September agar kasus ini terus dikawal.
Tidak hanya itu, seorang pria yang diduga menjadi pelaku pelecehan seksual juga viral di media sosial pada Kamis 12 September. Dalam video, tampak pelaku yang mengendarai sepeda motor matic warna merah dan putih diduga telah melecehkan perempuan dengan memegang bagian payudara.
Aksi begal payudara itu diduga terjadi di Desa Lengkong, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, Rabu 11 September kemarin.
Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Abid Uais Al-Qarni Aziz, melalui keterangan tertulis menyebut belum menerima laporan resmi dari korban. Informasi sementara, peristiwa begal payudara terjadi di Mumbulsari.
Ulil
(598 views)