
Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan, Ecoton, kembali melakukan audit sampah yang dibuang sembarangan di Sungai Bedadung, Jember. Hasilnya, terdapat 20 perusahaan yang mengeluarkan produk kemasan sekali pakai yang paling mendominasi dibuang di Sungai Bedadung.
Tidak hanya itu, dari temuan Ecoton, kualitas air di Sungai Bedadung juga sudah masuk kategori tercemar sedang. Kondisi tersebut dilihat dari uji kualitas air.
Hasilnya pencemaran mikro plastik dan dari limbah organik dari sampah domestik yang dibuang ke bantaran sungai sudah cukup mengkhawatirkan.
Manajer Divisi Advokasi Ecoton, Alex Rahmatullah mengatakan, audit sampah dan cek kualitas air di Sungai Bedadung mereka lakukan pada Minggu, 4 Agustus 2024.
Dia menyebut, sebagian sampah yang dibuang merupakan kantong plastik hingga sampah jenis sachet.
Dari hasil sampel 20 kilogram sampah, pihaknya menemukan sebagian besar perusahaan tidak bertanggung jawab atas kemasan yang diproduksi.
Sampah tersebut teridentifikasi ada yang sudah dibuang sejak tahun 2007 hingga yang terbaru saat ini.
Hasilnya, ada 20 perusahaan yang paling mendominasi jenis sampah di sungai tersebut. Sebab, secara aturan, perusahaan juga harus bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan.
Lebih lanjut, Alex mengatakan, banyaknya sampah yang dibuang ke Sungai Bedadung juga menjadi indikator minimnya fasilitas yang ada di sana, seperti tong sampah dan pengangkutan. Sebab, fasilitas tersebut juga harus jadi tanggung jawab pemerintah. Temuan ini jadi indikator pengelolaan sampah yang kurang baik.
<<< Ulil
(1.316 views)