Untuk menjamin aksi unjuk rasa penolakan berdirinya STDI oleh Aliansi Tolak Penjajahan Ideologi atau Topi Bangsa berjalan aman, Polres Jember menerjunkan 700 orang personil gabungan dari Polres se Eks Karisedanan basuki dan Lumajang. Demikian yang disampaikan Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, di sela-sela pengamanan aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemkab Jember Jumat siang.
Menurut Kusworo, sesuai surat pemeberitahuan yang diterimanya dari kordinator aksi, diperkirakan warga yang ikut bergabung melakukan aksi menolak berdirinya STDI mencapai ribuan orang. Karena itu untuk menyeimbangkan jumlah personil dengan peserta aksi, Polres Jember berkoordinasi dengan Polres Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang.
Tidak ingin kecolongan lanjut Kusworo, aksi penolakan stdi kali ini dikawal ketat oleh 700 peronil gabungan Polres se Eks Karisedanan Besuki dan Lumajang. Kusworo memberikan apresiasi kepada masysrakat, yang telah menyuarakan aspirasinya dengan tertib dan aman sejak awal hingga aksi berakhir di Kantor DPRD Jember.
Sebelumnya ratusan massa yang menamakan dirinya Tolak Penjajah Ideologi Bangsa atau Topi Bangsa, Jumat pagi berkumpul di Lapangan Talangsari. Mereka kemudian berjalan kaki menuju Masjid Jami’ untuk melaksanakan salat Jumat, dilanjutkan melakukan aksi menolak keberadaan STDI di depan Kantor Pemkab dan DPRD Jember.
(1.297 views)