Sejumlah tokoh Aspirasi Lora dan Gus atau Asparagus dan Aliansi Pesantren Jember atau APJ, Rabu siang, melayangkan petisi ke Mapolres Jember, dan Pemkab Jember. Mereka menyatakan mendukung Polres dan Pemkab Jember, untuk mengambil langkah tegas terhadap keberadaan SMP Islam Imam Syafii, yang hingga saat ini belum mengantongi surat izin operasional.
Perwakilan Asparagus dan Aliansi Pesantren Jember Gus Abdullah Muzaka kepada sejumlah wartawan menjelaskan, pihaknya mendukung adanya penolakan yang dilakukan Topi Bangsa dan masyarakat Jember terhadap keberadaan STDI Jember, yang dinilai mersahkan masyarakat. Asparagus dan APJ mengapresiasi langkah Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, yang telah menginisiasi adanya pertemuan di Kantor Kemenag Jember beberapa waktu lalu, sehingga Jember tetap kondusif.
Meski demikian, karena dalam perkembangannya ternyata SMP Islam Imam Syafii yang berada di bawah Yayasan Imam Syafii, hingga saat ini belum mengantongi surat izin operasional. Pihaknya melayangkan petisi dukungan kepada Polres Jember dan Pemkab Jember, agar mengambil langkah tegas terkait keberadaan keberadaan SMP Islam Imam Syafii, sebelum akhirnya menyebarkan ajaran intoleran lebih jauh kepada masyarakat.
Lebih lanjut abdullah menjelaskan, petisi dukungan yang dilayangkan ke Mapolres Jember dan Pemkab Jember, sudah mendapat persetujuan dari hampir seluruh pengasuh pondok pesantren dan para gus di Jember. Abdullah berharap, dengan adanya petisi ini, persoalan keberadaan SMP Islam Imam Syafii dapat segera diketahui hasil akhirnya.
(974 views)