Kepala SDN Sidomulyo 9 Silo Sumarmi berharap, kedepan kebijakan Bupati tidak lagi menyengsarakan Guru Tidak Tetap. Keharusan mengambil Surat Penugasan langsung ke BKD di Pemkab Jember, dinilai menyusahkan GTT khususnya yang tinggal jauh di kecamatan pinggiran.
Sumarmi menceritakan, sudah cukup lama GTT menunggu realisasi janji Bupati untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Sehingga ketika mereka akan mendapat Surat Penugasan untuk peningkatan kesejahteraan, semua GTT merasa senang. Hanya saja ketika mereka diharuskan mengambil ke BKD, menjadi cukup merepotkan.
Begitu juga yang terjadi pada salah satu GTT asal Silo Yuliana, yang terpaksa harus nekat berangkat sendiri ke Jember meski belum mahir mengendarai motor sendiri, karena takut tidak kebagian nomor antrian seperti sebelumnya. Kedepan Sumarmi berharap, Bupati mempertimbangkan kembali agar kebijakan yang dikeluarkan tidak justru menyusahkan GTT.
Lebih jauh Sumarmi menerangkan, akhir-akhir ini dirinya banyak menerima keluhan dari GTT yang ada disekolahnya. Mereka selama ini mengaku hanya ingin mendapatkan Surat Penugasan, tetapi tidak pernah sesikitpun ada keinginan untuk dipindah ke sekolah lain.
(841 views)