Hampir 350 orang siswa SMP di Kabupaten Jember batal mengikuti Ujian Nasional. Ketua Komisi D DPRD Jember Mohammad Hafidi menilai, jumlah tersebut merupakan rekor paling menyakitkan bagi dunia pendidikan di Jember selama ini.
Hafidi mengaku heran, kenapa disaat Pemerintah Kabupaten Jember gencar melaksanakan pola pendidikan gratis, justru tidak laku sehingga semakin besar jumlah siswa yang mengundurkan diri mengikuti Ujian Nasional, jika dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Komisi D Lanjut Hafidi, belum bisa memetakan penyebab tingginya siswa SMP yang batal mengikuti Ujian Nasional. Apalagi fenomena ini tidak hanya terjadi di sekolah pinggiran, tetapi juga beberapa sekolah di dalam kota.
Kondisi ini menurut Hafidi harus menjadi bahan evaluasi bagi Dinas Pendidikan, yang harus segera diperbaiki. Bukan hanya sekedar faktor biaya diatasi dengan pola pendidikan gratis, tetapi juga target capaian harus ditingkatkan. Kendala yang terjadi tidak hanya sekedar dicatat, tetapi juga harus ada langkah nyata untuk mengatasinya.
(910 views)