Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati meminta Pemkab Jember turun ke lapangan memberikan edukasi kepada orangtua.
Khususnya tentang perlindungan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Jember.
Sebab Jember menjadi salah satu kabupaten dengan angka pernikahan dini yang tinggi di Jawa Timur.
Hal ini dia sampaikan dalam acara “Rembuk Perempuan, Anak, Disabilitas dan Lansia Menuju Masyarakat Inklusi” di aula PB Soedirman Pemkab Jember Rabu siang 21 Februari 2024.
Menteri perempuan kelahiran Bali ini berharap Pemkab Jember terus melakukan pendampingan dan mengedukasi tidak hanya kepada guru tapi juga kepada orangtua.
Apalagi menghadapi tantangan teknologi orangtua harus teredukasi memberikan pendampingan kepada anak-anak bagaimana mengisi waktu luang dengan baik.
Pemerintah daerah juga perlu mengaktifkan sanggar untuk mengisi waktu luang anak anak.
Selain itu orang tua juga bisa memantau konten-konten yang diakses anak-anaknya. Mana yang boleh diakses dan mana yang tidak boleh sesuai usia anak.
Acara rembuk perempuan, anak, disabiltas dan lansia ini diawali dengan pengukuhan pengurus Forum Anak Jember (FAJ) oleh wakil bupati jember Firjaun Barlaman. Rangkaian acara dilanjutkan dengan launching desa ramah perempuan dan peduli anak penandatanganan pakta integritas gerakan bersama stop perkawinan anak.
<<<hafit

