
Kawan KISS FM.
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PMII Cabang Jember bersama Gabungan Kelompok Tani Hutan Jati Jaya Silo dan para petani terdampak rencana pembangunan Batalyon TP di Desa Silo, menggelar audiensi dengan DPRD Jember dan sejumlah pihak terkait, Rabu 17 Juni.
Mereka secara tegas menolak rencana pembangunan Batalyon TP tersebut.
Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) PMII Kabupaten Jember Taufiqur Rahman menjelaskan audiensi dilakukan untuk menyampaikan hasil kajian serta sejumlah tuntutan yang disusun bersama petani terdampak dan pengelola kawasan kehutanan setempat.
Dalam audiensi tersebut, massa meminta adanya komitmen seluruh pihak untuk mengawal aspirasi masyarakat Desa Silo, khususnya petani yang terdampak langsung oleh rencana pembangunan Batalyon TP.
Selain itu, mereka juga mendesak transparansi dan keterbukaan informasi mengenai status serta legalitas lahan yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan batalyon.
Sebab PMII dan kelompok petani menilai masyarakat telah memperoleh pengakuan hak pengelolaan lahan melalui berbagai skema perhutanan sosial yang sah. Karena itu, mereka meminta hak kelola masyarakat tetap dilindungi dan tidak diabaikan dalam proses pembangunan.
Taufik juga menegaskan perlunya DPRD Jember menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal terhadap seluruh tahapan perencanaan pembangunan yang berkaitan dengan lahan tersebut.
PMII Jember bersama petani dan Gapoktan Jati Jaya Silo menyatakan penolakan terhadap rencana pembangunan Batalyon TP di Desa Silo. Mereka menilai pembangunan tidak boleh mengabaikan aspek legalitas, keadilan sosial, partisipasi masyarakat, serta penghormatan terhadap hak-hak warga yang telah diakui negara.
<<<<RUSDI
(82 views)