
Kawan KISS FM
Sejumlah warga nyaris bentrok dengan tim paslon yang maju di Pilkada Jember 2024. Peristiwa itu terjadi di Desa Sukorambi, Kecamatan Sukorambi, Jumat pagi, 22 November 2024.
Beruntung, peristiwa itu segera diketahui Kades Sukorambi, Abdus Soim. Sehingga ia segera datang, meminta pelaku penyebar selebaran yang menjelekkan salah satu calon bupati, untuk pulang.
Menurut Kepala Desa Sukorambi, Abdus Soim, mulanya ia mendapatkan informasi adanya sebuah mobil dengan banner calon gubernur Jatim, nomor urut 3, melakukan kampanye keliling di Desa Sukorambi.
Mereka membawa pengeras suara dengan membagi-bagikan selebaran yang diduga menyudutkan salah satu cabup Jember.
Namun, warga sekitar yang tidak terima dengan isi selebaran tersebut hingga berupaya menangkap sendiri jika tidak segera ada penanganan.
Karena itu, Abdus Soim segera datang ke lokasi untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi bentrokan antara kedua belah pihak. Sebab, salah satu penyebar selebaran itu juga masih warganya.
Informasi tersebut segera sampai ke anggota DPRD Jember. Tiga anggota DPRD Jember, didampingi dua kuasa hukumnya, Muhammad Husni Thamrin dan Alfin Rahardiyan, langsung menuju kantor Panwascam Sukorambi.
Menurut anggota DPRD Jember, Muhammad Kholil Asy’ari, pihaknya langsung sidak ke lapangan untuk memastikan kebenaran informasi adanya ujaran kebencian.
Ternyata informasinya benar, sehingga pihaknya langsung melaporkan ke Panwascam Sukorambi. Hal ini untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Jember.
Pihaknya khawatir situasi maut seperti di Sampang Madura kemarin, terjadi di Kabupaten Jember.
Sementara itu, Ketua Panwascam Sukorambi, Subairi, menegaskan sudah menerima laporan tersebut. Untuk selanjutnya pihaknya akan langsung melimpahkan persoalan tersebut ke Bawaslu Kabupaten Jember.
<<<Hafit
(545 views)