
Perayaan tradisi petik laut di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger pada Senin 22 Juli 2024, diperkirakan sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu.
Bagi masyarakat Puger, tradisi tahunan petik laut di Penanggalan Jawa 15 Suro tersebut merupakan wujud syukur kepada Tuhan atas rezeki yang diberikan.
Pegiat sejarah Jember dari Boemi Poeger Persada, Setyo Hadi mengatakan, kegiatan petik laut berlangsung meriah, diikuti ratusan perahu untuk melarung simbol wujud syukur berupa jolen ke tengah laut.
Hadi menyebut tradisi petik laut dimulai dengan mengarak jolen-jolen keliling pesisir. Setiap jolen yang dibuat di masing-masing 6 dusun Desa Puger Kulon berisi hasil bumi dan simbol rasa syukur yang lain. Jolen tersebut kemudian dilarung ke laut kawasan pelawangan arah Nusa Barong.
Dari catatan arsip sejarah yang dimiliki, Hadi menyebut tradisi petik laut di Puger sudah ada sejak tahun 1912. Bahkan sejak era kolonial Belanda, kegiatan larung saji atau petik laut ini sudah diberitakan di surat kabar pada tahun 1929.
Kegiatan petik laut ini juga dihadiri ribuan masyarakat sekitar dan wisatawan. Mereka sebagian juga ikut serta naik perahu untuk mengantarkan proses pelarungan jolen-jolen ke laut. Kegiatan ini sebelumnya juga dimeriahkan dengan kirab budaya yang diikuti 600 orang, menyajikan beragam pertunjukan seni-budaya yang ada di Jember, hingga menggelar olah raga surfing.
<<< ULIL
(1.104 views)