Sebagai bentuk keprihatinan atas musibah kecelakaan yang dialami Guru Tidak Tetap asal Silo Bernama Yuliana, PGRI Jember mulai hari ini melakukan gerakan “Koin Yuliana”, untuk membantu meringankan biaya pengobatan.
Ketua PGRI Jember Supriyono mengaku prihatin atas musibah yang dialami Yuliana,, GTT SDN Sidomulyo 9 itu ke Jember mengendarai motor dengan terburu-buru, karena khawatir tidak kebagian nomor antrian seperti sebelumnya, untuk mengambil Surat Penugasan GTT di Kantor BKD Pemkab Jember.
PGRI lanjut Supriyono, sudah berkoordinasi dengan seluruh cabang dan ranting, untuk melakukan gerakan “Koin Yuliana” mulai hari ini. Setidaknya hasil dari gerakan “Koin Yuliana” ini bisa membantu meringankan biaya pengobatan, yang hingga kini belum diketahui nilainya. Sebab sampai hari ini Yuliana masih tercatat sebagai pasien umum di RSD Subandi Jember.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Jember Mohammad Ghozali usai menjenguk Yuliana Selasa siang menjelaskan, setelah menjalani perawatan beberapa hari di RSD Subandi Jember, kondisi Yuliana mulai membaik.
Meski masih harus berada di ruang ICU, Yuliana sudah mulai sadarkan diri, namun kondisi fisiknya masih sangat lemah sehingga belum diijinkan untuk banyak bicara.
(935 views)

