Meski pemerintah telah secar resmi membubarkan HTI, Polres Jember menggandeng Banser NU untuk melakukan deteksi dini, kemungkinan munculnya ajaran radikal di beberapa titik rawan.
Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo saat menghadiri diklatsar Banser di Desa Kemuning menjelaskan, sejumlah titik seperti Perguruan Tinggi, sejauh ini masih dinilai sangat rawan dimasuki aliran radikal.
Karena itu sampai detik ini Polres Jember terus melakukan pengawasan di titik-titik rawan tersebut. sala#h satunya dengan menggandeng sejumlah ormas Islam, seperti Barisan Ansor Serbaguna atau Banser NU, untuk mendeteksi kemungkinan munculnya aliran radikal di Kabupaten Jember.
Kusworo berharap masyarakat termasuk Banser dan ormas Islam lainnya, segera memberikan informasi dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian, jika menemukan adanya ajaran radikal. Sebab jika dibiarkan, Kusworo khawatir kelompok radikal tersebut akan berkembang menjadi bibit-bibit terorisme.
(941 views)