Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaedi menilai, kebijakan sekolah 5 hari yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, terlalu terburu-buru dan perlu dikaji lebih mendalam.
Menurut Ayub, sekolah 5 hari sudah sejak tahun 1994 mendapat penolakan dari ulama. Ayub menilai aneh jika isu lama yang sudah mendapat penolakan kembali dimunculkan. Apalagi para ulama Jawa Timur khususnya, menilai sekolah 5 hari akan mematikan Madrasah Diniyah.
Untuk itu Ayub berharap Mendikbud mengkaji ulang rencana pemberlakuan sekolah 5 hari. Apalagi tidak semua sekolah saat ini mampu melaksanakan full day school. Bahkan masih banyak masyarakat berharap putra-putrinya mengikuti pendidikan agama, sore hari usai pulang sekolah.
Ayub berharap Mendikbud mengurungkan niatnya memberlakukan 5 hari sekolah, yang jelas-jelas menimbulkan polemic. Lebih baik Mendikbud mengurusi persoalan baru yang jauh lebih penting untuk dunia pendidikan.
(869 views)
