Pemerintah dinilai terlalu lamban membubarkan HTI, sehingga organisasi tersebut di beberapa daerah sempat menjadi besar. Demikian disampaikan Rais Am PBNU Kyai Haji Ma’ruf Amin, disela-sela kenjungannya ke Jember, dalam rangka Silaturahmi PBNU ke PCNU Jember Senin siang.
Menurut Kyai Ma’ruf, memang respon pemerintah untuk membubarkan HTI terlalu lamban. Akibatnya organisasi tersebut sempat berkembang subur dan menjadi besar. Meski demikian keputusan pemerintah yang akhirnya membubarkan HTI perlu diapresiasi.
Bagaimanapun juga menurut Kyai Ma’ruf, anggota HTI merupakan warga Indonesia yang harus dilindungi. Saat ini setelah pemerintah memutuskan membubarkan HTI, menjadi tanggung jawab semua pihak untuk melakukan pembinaan terhadap anggota HTI, agar mereka kembali ke jalan yang benar, sesuai dengan ideologi Bangsa Indonesia.
Lebih jauh Kyai Ma’ruf menjelaskan, selama ini Nahdlatul Ulama memandang HTI sebagai Organisasi Masyarakat, tidak tepat berkembang di Indonesia secara ideologi kebangsaan. Maka jika ingin hidup di Indonesia, mereka harus mau terhadap ideologi Pancasila dan NKRI.
Terkait kekhawatiran munculnya Ormas baru sebagai sel-sel HTI, menurut Kyai Ma’ruf sebenarnya cukup mudah. Pemerintah bisa memfilter organisasi baru, dari pandangan ideologi kebangsaan mereka. Jika memang tidak sesuai dengan Pancasila dan NKRI, pemerintah harus tegas menolaknya.
(890 views)