Kantor imigrasi akan memperketat screening permohonan pengurusan passport untuk mengantisipasi berkembangnya aliran radikalisme, hal ini disampaikan kepala kantor imigrasi jember Rudiara Rahmat Kosasih kepada sejumlah wartawan.
Menurut Rudiara, secara formal pihaknya akan memperketat penelitian berkas pengajuan dari pemohon, serta pengawasan informal ketika dilakukan proses wawancara, sebelum diterbitkannya passport.
Selain itu Rudiara juga mengaku sudah mendapat surat resmi dari beberapa instansi terkait seperti kepolisian, badan nasional penanggulangan teror serta badan intelejen Negara, berisi sejumlah nama yang diindikasikan terlibat jaringan radikal. sehingga ketika mereka mengajukan permohonan passport, kantor imigrasi diminta segera berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat.
Sayangnya Rudiara tidak bersedia menyebutkan nama-nama yang masuk dalam daftar cekal lebih rinci, dengan pertimbangan menyangkut keamanan nasional.
(1.185 views)