
Kawan KISS FM.
Satu orang jemaah haji asal Kabupaten Jember dilaporkan masih menjalani perawatan di rumah sakit menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Jemaah tersebut berpotensi mengikuti program safari wukuf yang disiapkan pemerintah Arab Saudi bagi jemaah sakit dan berisiko tinggi.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Jember, Nur Sholeh, kepada KISS FM, Selasa 26 Mei mengatakan hingga saat ini hanya ada satu jemaah yang membutuhkan perawatan intensif. Dia mengatakan, kemungkinan nanti yang bersangkutan akan diikutkan safari wukuf.
Menurutnya, saat proses pemberangkatan menuju Arafah, jemaah tersebut masih berada di rumah sakit sehingga pemerintah menyiapkan mekanisme khusus agar tetap dapat menjalankan rangkaian ibadah haji.
Selain safari wukuf, pemerintah Arab Saudi tahun ini juga menyiapkan skema murur bagi jemaah lanjut usia, risiko tinggi (risti), serta pendampingnya. Skema tersebut memungkinkan jemaah tidak perlu turun di Muzdalifah dan langsung menuju Mina setelah melintas.
Nur Sholeh menjelaskan, tahun ini juga diterapkan istilah baru yakni murur mabit. Skema ini berlaku bagi seluruh jemaah, tergantung kondisi perjalanan dan kemacetan saat pergerakan dari Arafah menuju Mina.
Menurutnya, apabila rombongan tiba di Muzdalifah setelah melewati tengah malam, maka jemaah tidak perlu turun dari bus untuk mabit di Muzdalifah dan langsung melanjutkan perjalanan ke Mina.
Ia menegaskan, skema murur mabit bersifat situasional dan berlaku untuk semua jemaah, misalkan jika mengalami kemacetan, termasuk yang dalam kondisi sehat.
Meski demikian, pihaknya memastikan kebutuhan jemaah untuk lontar jumrah tetap aman. Batu kerikil yang biasanya dicari jemaah di Muzdalifah kini telah disiapkan oleh pihak syarikah dan dibagikan kepada seluruh jemaah untuk lontar jumrah di tanggal 10, 11, 12, dan 13.
Dengan skema tersebut, Nur Sholeh memastikan jemaah yang mengikuti murur mabit tidak akan mengalami kendala dalam pelaksanaan ibadah lempar jumrah di Mina.
Reza, Ulil
(47 views)