
Kawan KISS FM.
Jemaah haji asal Kabupaten Jember mulai memasuki tahapan paling berat dalam pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Cuaca panas ekstrem hingga tuntutan fisik saat pelaksanaan lempar jumrah menjadi tantangan utama yang harus dihadapi para jemaah.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Jember, Nur Sholeh, Selasa 26 Mei mengatakan pelaksanaan wukuf di Arafah menjadi awal rangkaian ibadah berat yang membutuhkan kondisi fisik prima dan kesabaran tinggi.
Diawali dengan ibadah wukuf pada Selasa, dengan tantangan cuaca panas, kemudian kondisi di tenda yang tentu berbeda jika dibandingkan di hotel.
Menurut Nur Sholeh, keterbatasan fasilitas selama berada di tenda Arafah juga menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah, termasuk saat harus mengantre untuk menggunakan fasilitas umum seperti toilet.
Selain itu, tantangan fisik juga akan dihadapi jemaah pada pelaksanaan lontar jumrah di Mina tanggal 10 hingga 13 Zulhijah. Pada tahapan tersebut, jemaah harus berjalan kaki menuju area Jamarat dengan kondisi cuaca yang panas dan kepadatan jemaah dari berbagai negara.
Karena itu, Nur Sholeh meminta masyarakat Jember, khususnya keluarga jemaah haji, terus memanjatkan doa agar seluruh jemaah diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan rukun serta wajib haji.
Nur Sholeh juga mengaku sempat mengalami penurunan kondisi kesehatan beberapa hari terakhir akibat aktivitas padat dan cuaca di Tanah Suci. Namun kini kondisinya berangsur membaik.
Reza, Ulil
(45 views)