
Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jember menggeruduk Polres Jember, Sabtu (30/08/2025). Mereka mendesak Listyo Sigit dicopot sebagai Kapolri.
Salah satu orator, Asiz, mengatakan, aksi unjuk rasa digelar sebagai bentuk protes terhadap tindakan represif kepolisian hingga menewaskan drivel ojol bernama Affan Kurniawan. Affan tewas saat memperjuangkan haknya. Tak cukup sampai di situ, aparat kepolisian juga telah menahan demonstran.
Kebengisan aparat tersebut menjadi bukti kegagalan Polri dalam menjaga marwahnya sebagai institusi yang digaji dari hasil pajak rakyat. Karena itu, massa mendesak kepolisian agar membebaskan seluruh massa aksi yang ditahan.
Kedua, massa meminta pengusutan tuntas terhadap aparat yang terlibat, dari pelaksana di lapangan hingga pemberi perintah. Ketiga, menuntut adanya evaluasi menyeluruh terhadap Institusi Polri.
Poin keempat, massa mendesak agar Listyo Sigit dicopot dari jabatannya sebagai Kapolri. Massa juga mendesak pemerintah segera mengevaluasi kebijakan yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat.
Massa menyodorkan semua tuntutan itu kepada Kapolres Jember, AKBP Bobby Adimas Condroputra. Namun, Bobby menyatakan menolak tuntutan keempat yang mendesak pencopotan Sigit sebagai Kapolri.
Massa menilai Kapolres Jember menolak kesepakatan itu karena takut kehilangan jabatan dan tunjangan. Padahal, kesepakatan itu dibuat agar tidak ada lagi korban represif aparat di masa mendatang .
Sementara itu, Kapolres Jember, AKBP Bobby Adimas Condroputra, mengatakan sepakat dengan tuntutan lain, kecuali tuntutan yang mendesak Sigit dicopot sebagai Kapolri. Bobby menolak dengan alasan bahwa dirinya memiliki keterbatasan. Tuntutan keempat tersebut berada di luar kapasitasnya sebagai Kapolres Jember. (Rusdi)
(460 views)