Belajar dari Kasus BBM, BPS Ingatkan Pemkab Jember Waspadai Komoditas Lain

Kawan KISS FM,

Badan Pusat Statistik (BPS) mengingatkan kepada pemerintah agar belajar dari kasus terlambatnya distribusi BBM di Kabupaten Jember pada sepekan terakhir. Jangan sampai, komoditas lain yang bergantung pada daerah lain juga mengalami keterlambatan, sehingga bisa memicu terjadinya inflasi di Jember.

Statistisi Madya BPS Jember, M. Suharsa kepada KISS FM, Jumat 1 Agustus mengatakan, selain BBM, komoditas yang harus diwaspadai antara lain beras, cabai rawit dan bawang putih maupun bawang merah.

Untuk itu sejumlah komoditas yang masih bergantung pada daerah lain, harus diantisipasi selama kemacetan di jalur Pantura, penutupan jalur Gumitir hingga perbaikan jembatan di Klakah, Lumajang, masih berlangsung.

Suharsa kemudian mengingatkan agar pemerintah belajar dari pengalaman kasus BBM. Jika kebutuhan BBM saat ini juga dipasok dari berbagai kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah, maka komoditas lain juga perlu diantisipasi dengan hal serupa.

Sebab selama suplai sejumlah komoditas pokok di pasaran bisa terpenuhi, maka laju inflasi bisa terkendali.

Seperti diketahui, sejak sepekan terakhir suplai beras medium di pasaran mengalami keterlambatan pasokan. Salah satunya dipicu tingginya harga gabah di tingkat petani, sehingga berdampak pada sektor penggilingan swasta. Kondisi ini mengakibatkan pasokan beras medium ke pasaran juga terdampak.

Untuk itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang turut memantau ketersediaan bahan pokok di Pasar Tanjung pada Rabu, 31 Juli 2025, meminta agar Kantor Cabang Bulog Jember untuk membantu distribusi beras medium SPHP ke pasar-pasar tradisional.

(442 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.