Penutupan Jalur Gumitir Sebabkan Distribusi BBM dan LPG di Jember Terlambat, Sisa 40 Persen

Kawan KISS FM,

Penutupan jalan nasional di kawasan Gumitir memperpanjang jalur distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan gas LPG ke wilayah Kabupaten Jember. Akibatnya, sejumlah SPBU dan SPBG di Jember mengalami keterlambatan pasokan.

Ketua DPC Hiswana Migas Se-Besuki Raya, Ikbal Wilda Fardana, Jumat 25 Juli mengatakan, keterlambatan distribusi ini sebenarnya sudah terjadi sebelum penutupan jalur Gumitir pada Kamis, 24 Juli 2025.

Dia mengatakan, kemacetan parah di jalur Ketapang serta rute Banyuwangi, Situbondo menjadi pemicu awal terhambatnya pengiriman. Kondisi semakin memburuk akibat ditutupnya jalur Gumitir yang menjadi penghubung utama antara Jember dan Banyuwangi.

Akibat gangguan tersebut, stok BBM di Jember pada Jumat, 25 Juli 2025 rata-rata hanya tersisa di bawah 40 persen untuk semua jenis produk, termasuk elpiji.

Untuk itu, Ikbal mendesak pihak-pihak terkait seperti KSOP, BKI, dan ASDP agar segera mengambil tindakan cepat, di antaranya mengoperasikan kapal tambahan di Pelabuhan Ketapang. Langkah ini diharapkan mampu mengurai kemacetan di rute Banyuwangi, Situbondo agar tidak semakin mengganggu distribusi energi ke wilayah Tapal Kuda.

Lebih lanjut, Ikbal menjelaskan bahwa Hiswana Migas bersama Pertamina telah melakukan antisipasi, salah satunya dengan menambah armada angkutan untuk pengambilan BBM dan LPG. Namun, jika kemacetan di jalur utama masih berlanjut, maka kelangkaan energi di berbagai daerah, termasuk Jember, tidak bisa dihindari.

Sebagai informasi, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) resmi menutup total akses jalan nasional Gunung Gumitir mulai Kamis, 24 Juli 2025. Penutupan dalam rangka perbaikan jalan ini dijadwalkan berlangsung selama dua bulan, hingga 24 September 2025.

<<<<< Hafit

(682 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.