Krisis BBM, Sejumlah Pasar Tradisional Kawasan Kota Jember Sepi Pembeli

Kawan KISS FM,
Krisis BBM yang terjadi di Jember sejak Sabtu, 26 Juli 2025, telah berdampak pada semua sektor. Salah satunya terhadap aktivitas jual beli di pasar tradisional.

Warga Desa Lengkong, Kecamatan Mumbulsari, Fanis, yang menjadi salah satu pedagang Pasar Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, mengatakan aktivitas jual beli sudah sepi sejak tiga sampai empat hari lalu, Sabtu, 26 Juli. Tak hanya sepi pembeli, sejumlah pedagang juga memilih absen tidak berjualan.

Fanis menduga sebagian pedagang dan pembeli memilih tidak datang ke pasar karena kehabisan BBM. Mereka kesulitan membeli BBM, di SPBU karena terjadi antrean panjang, sedangkan BBM, di penjual eceran juga sulit ditemukan.

Untuk Fanis sendiri, dia mengatakan bisa tetap berjualan di pasar setelah membeli bensin kepada orang yang dikenalnya. Dia rela membeli BBM jenis Pertalite dengan harga Rp40 ribu per liter, agar bisa tetap bisa datang dan berjualan di pasar.

Sementara itu, pedagang lain bernama Holis mengatakan sepinya pengunjung berdampak pada omzet penjualan. Tak sedikit pedagang yang harus membawa pulang kembali dagangan mereka yang masih cukup banyak.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sepinya pengunjung pasar tidak hanya terjadi di Pasar Kepatihan. Tetapi, hal serupa juga terjadi di Pasar Tanjung.

(510 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.