
Kawan KISS FM,
Seorang petani dari Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari mengeluhkan tingginya serangan hama tikus pada tanaman padinya. Bahkan, pada tahun 2025, petani di Sumbersari sudah dua kali tanam, mengalami penurunan produksi panen akibat serangan tikus.
Ketua Kelompok Tani Sumbermakmur, Kranjingan, Abdul Faseh kemudian berharap kepada pemerintah agar petani bisa memperoleh asuransi jika mengalami gagal panen.
Hal ini disampaikan Abdul Faseh kepada Wakil Menteri Pertanian Sudaryono di sela kegiatan mengunjungi panen raya, di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung, Jumat, 11 Juli 2025.
Merespons laporan dan harapan tersebut, Wamentan Sudaryono menyampaikan program asuransi sebenarnya memang ada. Namun pemerintah tidak bisa membayar beban asuransi untuk semua petani.
Kementerian Pertanian hanya mensubsidi Rp80 ribu dari total besaran biaya asuransi petani Rp140 ribu. Sisa beban subsidi pembayaran asuransi kemudian dibebankan kepada pemerintah daerah, itu pun jumlahnya tak banyak.
Untuk itu, Wamentan menawarkan jika memang petani mau memperoleh asuransi jika mengalami gagal panen, bisa membayar sebesar Rp140 ribu untuk sekali tanam.
<<<< Ulil
