
Dinas Kesehatan Kabupaten Jember menyebut, sejak Januari hingga April 2024, total warga meninggal akibat penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mencapai 7 kasus.
Jumlah kasus kematian tersebut, masih tergolong rendah bila dibandingkan jumlah penularan yang mencapai 3.300 kasus sejak Januari 2024.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, dr Hendro Sulistijono mengatakan, untuk mencegah sebaran penyakit demam berdarah pihaknya telah menginstruksikan kepada setiap petugas di Puskesmas dan kader Posyandu untuk melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk.
Menurutnya, gerakan pemberantasan sarang nyamuk jauh lebih efektif dibandingkan fogging.
Sebab fogging bisa berdampak buruk terhadap hewan lain dan mengganggu keseimbangan rantai makanan.
Hendro melanjutkan, upaya fogging harus dilakukan dengan langkah yang terukur. Mulanya Puskesmas akan melakukan penyelidikan epidemiologi. Jika angka bebas jentik di atas 90 persen, maka upaya fogging tidak akan dilakukan.
Bisa jadi, masyarakat bisa terpapar dimana saja sesuai mobilitasnya.
Pihaknya baru melakukan fogging jika memang di lingkungan sekitar warga yang terjangkit, ditemukan banyak sarang nyamuk.
<<<ulil
