
Dinas Kesehatan Kabupaten Jember mencatat, jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jember meningkat drastis dibandingkan lima tahun terakhir. Puncak kasus penularan DBD terjadi di bulan Maret 2024.
Kepala Dinas Kesehatan Jember dr. Hendro Sulistijono mengatakan, dibandingkan bulan Maret, kasus DBS di bulan April saat ini sudah mulai turun.
Hendro menyebut hingga minggu ketiga di bulan April, jumlah penularan kasus DBD di Jember mencapai 127.
Kemudian sepanjang bulan Januari hingga April, total kasus DBD di Jember sudah mencapai 3.300 kasus.
Kendati demikian Hendro menyebut dari 3.300 kasus tersebut, yang sudah dinyatakan di level demam berdarah berjumlah 957 kasus. Sisanya masih tergolong demam dengue.
Perbedaannya kata Hendro, orang dengan trombosit di bawah 100 ribu sudah dinyatakan terserang demam berdarah.
Namun jika trombosit masih di bawah 100 ribu, masih kategori demam dengue.
Hendro berharap, memasuki musim pancaroba jumlah kasus DBD terus melandai. Terbukti di bulan April, jumlah kasus dbd di Jember sudah turun dibandingkan tren kasus 5 tahun terakhir.
<<<<ulil
(781 views)