Pelajar Asal Desa Kesilir Wuluhan Ditemukan Tewas di Sungai Mayang Ambulu

Mohammad Rendy Rosyikin, 13 tahun, pelajar SMP yang dilaporkan hilang terseret arus Sungai Mayang di Dusun Krajan Desa Sabrang Kecamatan Ambulu, sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu siang. Pelajar asal Dusun Krajan Desa Kesilir Kecamatan Wuluhan, ditemukan tak jauh di TKP hilangnya korban, di bawah jembatan gantung Desa Sumberejo.

Menurut Ketua Baret Rescue Garda Pemuda Nasdem Jember, David Handoko Seto, korban dilaporkan hilang terseret arus Sungai Mayang, sekitar pukul setengah 3 sore, Jumat, 28 Oktober 2022. Karena itu, pihaknya bersama Tim SAR, yakni TNI, Polri, BPBD, serta sejumlah relawan lainnya melakukan pencarian, menyusuri Sungai Mayang, menggunakan perahu sejak kemarin. 

Karena situasi sudah gelap, pencarian dilanjutkan Sabtu pagi, 29 Oktober 2022. Sekitar pukul setengah sebelas Sabtu siang, korban baru ditemukan di bawah Jembatan Ungkalan desa setempat, dalam kondisi meninggal dunia.

Kapolsek Ambulu, AKP Muhammad Makruf, saat dikonfirmasi membenarkan penemuan mayat Rendy. Sejauh ini, polisi masih menyelidiki penyebab korban terseret arus, hingga meninggal dunia. Namun untuk sementara dari keterangan saksi-saksi, teman-temannya, korban Rendy terseret arus saat mandi seorang diri di Sungai Mayang. Dia datang bersama teman- temannya, bermain di Sungai Mayang. 

Rendy mandi terlebih dahulu sendirian, sedangkan teman-temannya masih belum turun ke sungai. Tak lama kemudian, terdengar teriakan minta tolong dari korban, korban yang tidak bisa berenang terlihat terseret arus.

Hingga sabtu siang, korban masih berada di Puskesmas Ambulu, untuk dimintakan visum. Usai divisum, korban langsung dibawa pulang ke rumah duka di Desa Kesilir Wuluhan.

(99 views)