Fraksi Nasdem Nilai Pemkab Jember Tak Serius Ingin Bayar Hutang Proyek Wastafel

Anggota DPRD Jember, menyayangkan Pemkab Jember yang hanya mengalokasikan anggaran pembayaran wastafel sebesar 1,5 Milyar rupiah dari 13,9 Milyar, yang harus dibayar kepada rekanan penyedia Wastafel. Sebab, pengajuan anggaran tersebut, berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Jember dan sudah inkrah. 

Demikian disampaikan Fraksi Nasdem, dalam Rapat paripurna kedua DPRD Kabupaten Jember, tentang pandangan umum fraksi dalam menanggapi nota pengantar Perubahan APBD 2022.

Menurut anggota Fraksi Nasdem, David Handoko Seto, setelah mencermati pada Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan ada beberapa OPD yang justru mendapatkan tambahan anggaran, yang bisa ditunda di antaranya Dispendik 40,5 M, DPU Ciptakarya 7 M, Dinsos 18 M, Disnaker 5 M, Dispemasdes 3,7 M, Dispora 4,4 M dan Bapenda 10 M.

Jika Pemkab memang serius menyelesaikan tanggungan kepada pihak ke 3, seharusnya tidak sulit melihat kembali rencana penganggaran. Terlebih dalam sebuah kesempatan bupati sudah mengatakan kepada publik melalui media bahwa hutang kepada rekanan wastafel pasti akan dibayar karena anggarannya aman. 

Fraksi Nasdem menilai, ketidakseriusan Pemkab dalam pembayaran hutang akan menjadi ganjalan untuk memperoleh Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari badan Pemeriksa Keuangan (BPK.

Sementara Wakil Bupati Jember, KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman, usai sidang paripurna menjelaskan, masih akan memberikan tanggapan terhadap pandangan umum fraksi-fraksi, Selasa malam.

(47 views)