Jaksa Belum Melakukan Penetapan Tersangka Kasus Pengelolaan Obat RS Soebandi

Penyidikan kasus dugaan Korupsi Pengelolaan Obat pada RSD dr. Soebandi Jember, dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2021, terus bergulir. Kejaksaan Negeri Jember, mencatat kerugian negara sementara, sekitar 370 juta rupiah.

Menurut Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Jember, Soemarno, meski sudah ada nilai kerugian, namun hingga saat ini, penyidik kejaksaan negeri (Kejari) Jember, belum melakukan penetapan tersangka.

Penyidik Kejari Jember, masih mengumpulkan alat bukti yang cukup, untuk bisa membuktikan dalam persidangan. Namun sebelumnya, sudah banyak saksi – saksi, yang dimintai keterangan, termasuk sejumlah pejabat di RSD dokter Soebandi Jember.

Sebelumnya, dalam gelar perkara Sebelumnya, Tim penyidik pidana khusus kejaksaan negeri Jember, meningkatkan status penyelidikan penyidikan atas dugaan penyelewengan obat di RSD dokter Soebandi Jember. Pelaku diduga seorang pegawai honorer di bagian Farmasi.

Pelaku terancam dijerat dengan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Jo Pasal 8 Undang-Undang RI No. 31 tahun 1999 tentang  Pemberantasan Tindak pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI No. 20 tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(63 views)