Kapolres Minta Karnaval dan Gerak Jalan Tak Digelar di Jalur Nasional Tanpa Jalur Alternatif

Kapolres Jember, AKBP Heri Purnomo, mengimbau masyarakat desa, tak memakai Jalan Poros Nasional tanpa jalur alternatif, untuk kegiatan gerak jalan dan karnaval.  Hal itu dilakukan menyusul terjadi kemacetan hingga 6 jam pada pelaksanaan karnaval dan gerak jalan beberapa waktu lalu, di Poros Nasional Desa Garahan, Kecamatan Silo.

Kepada wartawan Hery mengatakan, euforia masyarakat menyemarakkan HUT RI ke 77 cukup tinggi. Tidak hanya di tingkat Kabupaten, semarak HUT RI ke 77 digelar hingga tingkat desa. Hal itu disebabkan karena sejak dua tahun terakhir tidak bisa menyelenggarakan kegiatan yang mengundang banyak warga, karena Covid-19.

Polres Jember lanjut Hery, sebenarnya sempat berencana membatasi kegiatan itu, dengan cara desa  yang sudah ikut Karnaval tingkat kecamatan dan kabupaten, tidak perlu lagi menggelar karnaval di desanya.

Namun ternyata, mereka tetap ingin melaksanakan atau menggelar karnaval di desanya masing-masing. Karena itu, Polres Jember mempersilahkan kegiatan itu, dengan catatan tidak menggunakan poros nasional,terutama jalan poros yang tidak memiliki jalan alternatif. Sebab kegiatan itu dapat mengganggu kepentingan transportasi.

Sebelumnya, mantan Wakil Bupati Jember, KH Abdul Mukit Arif, meminta pihak berwenang mengevaluasi ijin penggunaan jalan Poros Nasional Jember – Banyuwangi, Untuk kegiatan Karnaval ataupun gerak jalan. Sebab, Kegiatan Karnaval Budaya, yang digelar pemerintah Desa Garahan-kecamatan Silo, menyebabkan jalan poros nasional, macet total,Rabu , 31 Agustus 2022 kemarin. 

(60 views)