Pebisnis Baby Lobster Ielgal di Puger Dibekuk Polisi

Seorang pengepul baby lobster ilegal berinisial DF, warga Dusun Kauman, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Rabu pagi ditangkap polisi. Dari tangan tersangka polisi menyita barang bukti berupa 1.300 baby lobster yang akan dikirim ke Banyuwangi.

Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo menceritakan, berbekal laporan warga, Tim Kalong Satreskrim Polres Jember melakukan penggerebekan ke rumah DF. Dalam penggerebekan itu selain mengamankan DF, polisi menyita sejumlah barang bukti salah satu di antaranya 1.300 ekor baby lobster siap kirim.

Kepada petugas DF mengaku ribuan baby lobster itu akan dikirim kepada pembeli di Banyuwangi secara ilegal atau tanpa izin. DF sudah dua tahun menjalankan bisnis itu dengan bekerja sama dengan seorang pengepul lain berinisial H yang hingga saat ini masih dalam proses pengejaran.

Tersangka juga mengaku menjual baby lobster jenis pasir seharga enam ribu rupiah per ekor. Sementara jenis mutiara dijual dengan harga 10 ribu rupiah per ekor.

Lebih jauh Hery menjelaskan, barang bukti berupa 1.300 baby lobster itu dilepas kembali ke habitat aslinya bersama Dinas Perikanan. Tersangka dijerat pasal 88 Junto pasal 16 ayat 1 atau pasal 92 ayat 1 junto pasal 26 ayat 1 UU RI nomor 45 tahun 2009 tentang perikanan dan Junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan pasal 92 junto pasal 26 UU RI nomor 19 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, dengan ancaman maksimal 8 tahun penjara.

(111 views)