Diduga Terjadi Persengkongkolan Dalam Pengadaan Barang dan Jasa di Jember

Badan Pemeriksa Keuangan mwnyebutkan dugaan terjadinya persekongkolan, antara Unit Layanan Pengadaan atau ULP dengan rekanan, dalam proses pengadaan barang dan jasa di kabupaten Jember sepanjang tahun 2019.

Hasil pemeriksaan LHP BPK tahun anggaran 2019, ada banyaj sekali temuan khususnya dalam proses pengadaan barang dan jasa. Selain terjadi kekurangan volume, BPK juga mencium adanya indikasi persekongkolan antara ULP dan rekanan. Hal.ini bisa diketahui dari adanya persamaan IP Address penawar.

Selain itu juga ditemukan adanya kekurangan volume senilai 2 milyar dan paket pekerjaan tidak sesuai ketentuan dalam proyek rehab bangunan 4 lantai RSD Subandi, kekurangan Volume dalam pekerjaan Jembatan SemanggI, serta pemborosan dalam belanja tidak terduga atau BTT Covid senilai 1,5 milyar rupiah.

Lebih jauh Halim menjelaskan, jika melihat banyaknya temuan dalam LHP BPK, tidak menutup kemungkinan tahun ini Jember akan kembali mendapatkan predikat disclaimer. Sebab hingga pemeriksaan berakhir, masih banyak kekurangan dalam hal laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran.

(2.626 views)