Wabup Akhirnya Blak-blakan Isi Pertemuan di Kejari

 

Wakil bupati Jember Muqit Arief akhirnya buka suara terkait isi pertemuan di kantor kejaksaan negeri Jember beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut tidak ada konsultasi terkait aset, tetapi pembicaraan selama hampir 2 jam tersebut hanya fokus masalah SOTK.

Kepada sejumlah wartawan Jumat pagi Muqit menjelaskan, saat itu dirinya hanya diminta datang ke kantor kejaksaan oleh bupati, dengan tujuan konsultasi. Bahkan ketika itu dieinya datang lebih dulu, baru kemudian bupati datang bersama rombongannya, yakni Yessi, Deny, Sri Laksmi, Danang, Yulia dan satu orang lagi yang belakangan diketahui bernama Yusuf.

Dalam pertemuan tersebut seluruhnya termasuk Kasi Datun, menyalahkan dirinya atas pengembalian KSOTK, yang sebenarnya merupakan perintah mendagri. Dirinya dianggap salah karena tidak ada ijin tertulis mendagri, dan kesalahan tersebut bisa berujung pidana. Bahkan kalimat ancaman pidana tersebut 13 kali disampaikan dalam pertemuan tersebut.

Muqit yang dalam pertemuan tersebut seorang diri, merasa sangat tertekan dan stress. Namun dirinya berkeyakinan apa yang dilakukannya sudah benar. Meski tidak ada ijin tertulis dari mendagri, dirinya beberapa kali diundang audiensi oleh irjen kemendagri dan pemprov, yang semua pertemuan ada berita acaranya, bahwa rekomendasi mendagri tersebut wajib dilaksanakan.

Muqit menyampaikan terima kasih kepada kepala Kejaksaan Negeri Jember, yang meski hanya hadir menjelang pertemuan berakhir, tidak ikut-ikutan menyalahkan dirinya. Kajari menyarankan agar bupati berkirim surat kepada mendagri untuk meminta petunjuk. Solusi tersebut menurut Muqit merupakan saran yang sangat bijak.

Muqit juga membantah isu bahwa dirinya ditunjuk menggunakan tangan kiri oleh mantan Kadis DPU BMSDA Yessiana. Yang terjadi menurut Muqit, Yessi bicara kepadanya sambil ketawa-ketawa, yang menurutnya sebagai orang desa, peilaku tersebut sangat tidak sopan.

Diberitakan sebelumnya Senin sore Bupati bersama wakil bupati dan sejumlah pejabat pemkab, mendatangi kejaksaan negeri Jember. Usai pertemuan kepada sejumlah wartawan Kasi Datun mengatakan, kedatangan bupati untuk konsultasi terkait masalah aset pemkab. Sebab sepanjang 2020, pemkab banyak mendapat gugatan terkait aset.

 

 

 

 

(348 views)