Kebijakan Wabup Dianggap Merugikan Bupati Dalam Pilkada Lalu

Kebijakan yang dilakukan wakil bupati Muqit arief selama Bupati Faida cuti, dianggap merugikan petahana dalam pilkada lalu. Padahal menurut Muqit, dirinya hanya melaksanakan perintah Mendagri dan Pemprov Jawa Timur, sama sekali tidak ada niatan untuk menyakiti siapapun.

Menurut Muqit, keputusannya mengembalikan KSOTK dan mencairkan gaji ASN, dianggap merugikan petahana dalam pilkada lalu. Padahal dirinya hanya sebatas menjalankan perintah Mendagri dan Pemprov Jawa Timur, sebab dari hasil beberapa kali pertemuan baik dengan Mendagri maupun Pemprov, rekomendasi atas hasil pemeriksaan khusus tersebut wajib untuk dilaksanakan.

Menurut Muqit mana mungkin dirinya berniat menyakiti bupati dalam pilkada, sementara ketika mendaftar saja dirinya ikut mengantarkan ke KPU, karena dirinya menganggap petahana sebagai saudara. Meski dirinya sadar kehadirannya di KPU memiliki resiko, selain dipanggil Bawaslu dirinya juga mendapat hujatan luar biasa dari masyarakat.

Diberitakan sebelumnya, Senin sore Bupati bersama Wakil Bupati dan sejumlah pejabat pemkab Jember, mendatangi kantor kejaksaan negeri. Usai pertemuan Kasi datun mengatakan bahwa kedatangan bupati untuk konsultasi masalah aset Pemkab, namun pernyataan tersebut belakangan dibantah oleh wabup. Sebab dalam pertemuan hampir 2 Jam tersebut membicarakan masalah SOTK, dan semua yang ada dalam forum menyalahkan dirinya.

(543 views)