Salam-Ifan Soroti Minimnya Anggaran Pertanian Dimasa Pemerintahan Faida

Calon bupati dan wakil bupati Jember nomor urut 3 Salam-Ifan, menyoroti minimnya anggaran pertanian di Jember, selama pemerintahan bupati Faida. Padahal mayoritas masyarakat Jember berprofesi sebagai petani, tetapi keberpihakan pemerintah daerah justru sangat minim.

Dalam debat paslon putaran pertama Minggu malam, Calon bupati nomor urut 3 Abdussalam mengatakan, Jember diberikan anugerah lahan pertanian yang sangat subur seluas164 ribu hektar lebih. Jika sebelumnya Jember mampu menjadi lumbung pangan Jawa Timur, namun sejak kepemimpinan bupati Faida, sektor pertanian hanya mampu menumbang PDRB sebesar 0,07 persen.

Menurut Salam yang juga memiliki latar belakang keluarga petani ini, persoalan yang dihadapi petani sekarang sulitnya mendapatkan pupuk, serta rendahnya harga disaat panen raya. Dua persoalan utama petani ini mestinya bisa dengan mudah diatasi, jika pemerintah hadir dan berpihak kepada petani.

Hal senada disampaikan wakil bupati nomor urut 3 Ifan Ariadna. Ifan mengingatkan agar sektor pertanian jangan hanya dijadikan jargon-jargon untuk komoditas politik. Janji-janji kepada petani sangat tinggi, namun nyatanya dari data yabg ada, pemerintahan Faida dalam APBD 2019 memberikan alokasi anggaran yang sangat kecil. Sehingga bagaimana mungkin membuat petani cerdas jika anhgaran yang diberikan sangat kecil.

Sementara menurut Faida, Sektor pertanian bukan hanya soal tanam dan pasca tanam. Tehnologi pengolahan pangan juga harus dikuasai oleh petani. Sementara terkait persoalan pupuk, menurutnya bukan hanya terjadi di Jember, tetapi persoalan pupuk memang menjadi masalah secara nasional, karena terjadi pengurangan kuota hingga 50 persen lebih.

 

(231 views)