Dukung Aksi Tolak Omnibus Law, Aktivis 98 Ikut Turun Jalan

Salahsatu aktivis 98 Mohammad Iqbal nampak ikut bergabung dalam aksi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Jember Menggugat, di DPRD Jember Kamis siang. Selain memberikan dukungan, Iqbal juga ikut berorasi dalam sidang rakyay diatap ruko, menolak Undang-undang cipta kerja atau omnibus law.

Iqbal menilai, Omnibus Law merupakan kebijakan yang direkayasa dan menguntungkan pihak tertentu saja. Sehingga dirinya menilai wajar jika gelombang aksi penolakan dari mahasiswa akan semakin besar, apabila pemerintah dan DPR tidak segera merespon tuntutan mereka, untuk membatalkan undang-undang tersebut.

Iqbal berpendapat undang-undang cipta kerja yang disahkan oleh DPR beberapa hari lalu, tidak hanya berimplikasi terhadap kaum buruh, tetapi juga terhadap seluruh generasi muda termasuk mahasiswa, yang tidak lama lagi akan memasuki dunia kerja. Artinya aksi yang dilakukan oleh mahasiswa ini sebenarnya untuk memperjuangkan nasib mereka sendiri.

Undang-undang cipta kerja atau Omnibus Law ini lanjut Iqbal,hanya akan menguntungkan kekuatan pemodal besar yang akan berinvestasi di Indonesia, tetapi mengabaikan hak-hak masyarakat. Karena itu tidak ada kata lain, omnibus law harus dibatalkan, dan rakyat melayangkan mosi tidak percaya terhadap pemerintah dan DPR.

 

(324 views)