PGRI Jember Tolak Sejarah Jadi Mapel Pilihan

supriyono

Persatuan Guru Republik Indonesia PGRI Cabang Jember menyatakan sikap menolak rencana Mendikbud menjadikan Sejarah sebagai mata pelajaran atau mapel pilihan. Hal tersebut disampaikan Ketua PGRI Jember, Supriyono saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya Senin siang.

Menurut Supriyono, rencana Mendikbud menjadikan Sejarah sebagai mapel pilihan merupakan langkah yang kurang tepat dan perlu dikaji ulang. Sebab jika tetap dipaksakan, peserta didik jurusan non sejarah secara otomatis tidak akan memilih mapel sejarah. Ujung-ujunnya akan ada nilai-nilai bangsa yang semestinya diajarkan oleh guru kepada peserta didik menjadi terputus.

Tidak cukup sampai disitu upaya menjadikan sejrah sebagai mapel pilihan, akan menyebabkan guru sejrah yang ada saat ini terancam tidak bisa mendapatkan sertifikasi. Kondisi tersebut nantinya akan menimbulkan gejolak sosial. Bahkan meski kemudian Mendikbud berupaya mengalihkan guru sejarah ke bidang lain, tidak akan efisien. Sebab pengalihan guru butuh proses dan banyak persoalan yang harus diselesaikan.

Lebih jauh Supriyono menjelaskan, semestinya Mendikbud berupaya menyiasati bagaimana implementasi kurikum di tengah pandemi covid-19 seperti saat ini. Sebab pembelajaran daring yang ditawarkan masih menimbulkan sejumlah persoalan, terutama di pedesaan yang peserta didiknya tidak memiliki ponsel pintar.

Meski guru sudah berupaya datang langsung ke rumah peserta didik. Namun kenyataannya upaya tersebut tidak membuat proses belajar mengajar berjalan maksimal.

 

(194 views)