Partai Angkat Bicara Atas Tudingan Bayar Milyaran Untuk Mendapat Rekom

 

Sekretaris DPC PKB Jember Ayub Junaedi angkat bicara terkait beredarnya video bupati Faida, yang mengatakan untuk mendapatkan rekom partai politik harus bayar ber milyar-milyar. Pernyataan Faida ini tentu akan menyinggung partai pengusungnya terdahulu.

Menurut Ayub, statemen tersebut perlu dipertanyakan kembali kepada bupati, yang dalam pilkada 2015 lalu berangkat dari partai politik. Apakah benar dulu bupati diminta membayar hingga milyaran oleh partai pengusungnya. Jangan hanya karena pilkada kali ini tidak ada partai yang mau mengusungnya, kemudian menjelek-jelekkan partai termasuk yang dulu ikut berjuang menjadikannya sebagai bupati.

Untuk menjadi kepala daerah tentu butuh biaya politik yang tidak sedikit, diantaranya untuk biaya kamoanye dan saksi. Begitu juga jalur perseorangan, biaya yang dibutuhkan justru lebih besar, karena untuk biaya kertas dukungan, materai, belum lagi untuk saksi dan orang-orang yang dikerahkan untuk menggalang tanda tangan dukungan.

Ayub membenarkan gaji seorang bupati hanya kisaran 6 juta rupiah perbulan. Jika ingin mengungkap masalah penghasilan, harusnya bupati juga terbuka menyampaikan Pendapatan lain-lain yang diterimanya, termasuk honor tiap kegiatan yang dinaikkannya sendiri, dari yang awalnya 1 juta 250 ribu rupiah, naik menjadi 4,5 juta rupiah. Dan jumlah kegiatannyapun luar biasa banyaknya.

Hal senada diungkapkan sekretaris DPD Nasdem Jember Bambang Hariyanto. Menurut Bambang Nasdem sebagai salahsatu pengusung bupati dalam pilkada 2015 lalu, sama sekali tidak meminta uang kepada calon, sesuai intruksi ketua umum Surya Paloh. Tetapi tentu saja untuk kebutuhan tim pemenangan dan akomodasi lainnya, dibebankan kepada calon sendiri.

Sebelumnya beredar video bupati Jember Faida yang sedang bicara dalam sebuah acara zoom meeting, yang menyebutkan bahwa jika untuk mendapat rekom partai sebagai calon bupati harus membayar ber milyar-milyar, Faida memastikan sulit untuk menjadi bupati yang tegak lurus.

(2.854 views)