Masuk LHP BPK Ini Jawaban Baznas, MUI dan Dewan Masjid

Dewan Masjid, Baznas dan MUI Jember angkat bicara, setelah menjadi salahsatu temuan badan pemeriksa keuangan, dalam Laporan Hasil Pemeriksaan tabun anggaran 2019.

Ketua Baznas Jember Misbahussalam mengakui menerima anggaran operasional dan honor untuk pengurus baznas. Misbah menjelaskan, sesuai undang-undang baznas berhak mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah. Namun untuk di Jember ini berbeda dengan daerah lain, dimana baznas menyerahkan kuitansi pembayaran honor pengurus dan operasional kantor setiap bulan ke bagian bina mental pemkab. Sedangkan di daerah lain bantuan dari pemkab beruba hibah.

Terkait masuknya Baznas dalam LHP BPK, Misbahussalam belum bisa berkomentar karena belum membaca isinya. Namun yang jelas menurut Misbah, Baznas bukan dari bagian bina mental. Sehingga yang tahu dan bertanggung jawab atas anggaran tersebut bagian bina mental, sedangkan baznas hanya menerima yang diberikan.

Ketua MUI Jember Halim Subahar juga mengaku pernah 2 kali menerima bantuan transportasi, pertama untuk kegiatan 3 orang penfurus MUI ke Banyuwangi masing-masing 400 ribu rupiah, dan perjalanan untuk dirinya ke surabaya sebesar 1 juta rupiah.

Halim menjelaskan, memang sejak tahun 2000 sama dengan daerah lainnya, MUI Jember mendapat hibah dari pemerintah daerah senilai 50 juta rupiah pertahun. Tetapi sejak tahun 2017 hibah tersebut tidak pernah ada lagi. Baru di tahun 2019 MUI 2 kali diberikan bantuan transportasi tersebut.

Sementara Ketua Dewan Masjid Jember Hawari Hamim, juga mengakui pernah sekali menerima honor dari pemkab Jember. Honor tersebut sudah didistribusikan langsung kepada puluhan pengurus dewan masjid, dalam acara pertemuan yang di gelar di pendopo wahya wibawagraha. Mengenai nilainya Hawari mengaku sudah lupa.

(313 views)