DPRD Surati Kapolres Minta SP2HP, Kuasa Hukum Penny Minta Polres Jember Profesional

Kuasa hukum Penny Artha Medya, Husni Thamrin akhirnya angkat bicara usai DPRD Jember berkirim surat kepada Kapolres, meminta informasi perkembangan kasus dugaan peleceham parlemen oleh kliennya. Thamrin meminta Polres Jember agar berhati-hati dan bertindak secara profesional.
Menurut Thamrin, jika mengacu pada unsur-unsur pasal yang dituduhkan, pengaduan terhadap kliennya sama sekali tidak berdasar sehingga tidak dapat dilanjutkan. Selain karena warga atas nama Hamim warga Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji sebagai pelapor bukan merupakan korban, Thamrin juga mengaku kliennya tidak pernah mendistribusikan dan/atau mentransmisikan informasi elektronik percakapan WhatsApp dengan seorang wartawan media online kepada Pelapor yang dijadikan bukti di Polres Jember. Padahal kasus ujaran kebencian merupakan delik aduan yang harus dilaporkan langsung oleh korban.
Thamrin juga menilai surat permintaan informasi SP2HP yang dilayangkan oleh Badan Kehormatan atau BK DPRD Jember terkesan dipaksakan dan cenderung mengintervensi proses hukum yang ada. Sebab sesuai aturan SP2HP itu bisa diminta atau polisi bisa mengeluarkannya jika kasusnya sudah masuk dalam tahap penyidikan. Sementara untuk kasus yang melibatkan kliennya ini hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan.
Karena itu dirinya meminta penyelidik Polres Jember untuk tetap bekerja secara profesional, penuh hati-hati, dan tidak tertekan oleh tekanan apapun. Kepada BK DPRD Jember Thamrin juga berpesan agar tidak terlalu ikut campur dalam urusan eksternal DPRD Jember. Sebab sesuai aturan tiga BK untuk mengurusi persoalan internal DPRD saja.
Diberitakan sebelumnya, DPRD Jember berkirim surat kepada Kapolres, meminta informasi perkembangan kasus dugaan peleceham parlemen oleh kepala BPKAD Pemkab Jember Peny Artha Medya, yang sudah dilaporkan Badan Kehormatan DPRD Jember beberapa waktu lalu. Sementara Kasat Reskrim Polres Jember AKP Fran Dalanta Kembaren menjelaskan hingga saat ini kasus tersebut masih diproses.

(549 views)