Berladang Saat Cuaca Buruk Pasutri di Tempurejo ditemukan Meninggal

MATI 

Sepasang suami istri bernama Mudak 75 tahun dan Sunamo 74 tahun, warga Desa Curahtakir, Kecamatan Tempurejo, ditemukan meninggal dunia saat berladang di tengah kondisi hujan deras disertai angin kencang. Diduga kuat korban meninggal dunia akibat kedinginan sehingga menyebabkan penyakit jantung yang dideritanya kambuh.

Kapolsek Tempurejo, AKP Suhartanto menceritakan, Kamis pagi kedua korban pamit pergi berladang ke lahan miliknya ke pada anak dan cucunya. Namun setelah ditunggu hingga sore kedua korban tidak kunjung pulang. Padahal biasanya menjelang sore korban sudah berada di rumah.

Karena Kamis sore turun hujan deras disertai angin kencang, keluarga korban yang merasa khawatir pergu menyusul korban. Dan ternyata korban bernama Mudak ditemukan tergelatak tak bernyawa di lahan miliknya. Keluarga korban dibantu warga melanjutkan pencarian terhadap korban bernama Sunamo yang juga tidak diketahui keberadaannya.

Pencarian sempat dihentikan karena kondisi gelap dan dilangsungkan pada Jumat pagi. Setelah dilakukan penyisiran ternyata korban juga ditemukan 100 meter dari lahan dalam keadaan meninggal dunia dengan tertutup lumpur.

Lebih lanjut Suhartanto menjelaskan, berdasarkan hasil visum diduga kuat korban bernama Mudak meninggal dunia karena penyakit jantungnya kambuh akibat kedinginan. Sementara korban bernama Sunamo diduga kuat terpeleset dan terbawa arus air saat hendak mencari bantuan, yang selanjutnya juga meninggal akibat penyakit jantungnya kambuh.

(1.000 views)