Konsultan Perencana Proyek Kecamatan Jenggawah Pinjam Bendera Perusahaan Lain

IMG-20191209-WA0020Direktur CV. Menara Ciptagraha Pujo Santoso, mengakui nama perusahaannya hanya dipinjam oleh orang lain, untuk mengerjakan perencanaan proyek rehab kantor kecamatan Jenggawah yang ambruk. Bahkan selain Jenggaw ah, nama perusahaannya juga dipinjam oleh orang yang sama untuk proyek 5 kecamatan lainnya.

Dalam hearing bersama komisi A dan C DPRD Jember Senin siang Pujo menceritakan, tahun 2018 lalu dirinya dikenalkan oleh rekan sesama kontraktor dengan seseorang bernama Faris. Saat itu Faris menyampaikan tujuannya meminjam bendera untuk mengerjakan proyek di dinas kesehatan. Namun hingga sekian lama dirinya tidak pernah lagi mendengar kabar lebih lanjut.

Tiba-tiba belakangan dirinya mendapat kabar dari Faris, bahwa dia akan mengerjakan proyek kontruksi 5 kecamatan dengan memakai nama perusahaan miliknya. Bahkan tidak lama kemudian Pujo mengaku mendapat transfer pencairan, yang kemudian diserahkan kepada Faris dan dirinya mendapat fee sebesar 8 persen.

Tetapi Pujo mengaku sama sekali tidak tahu bagaimana proses dari awal proyek tersebut. Bahkan dirinya juga tidak pernah merasa menandatangani dokumen pencairan yang harusnya ditandatanganinya,  tiba-tiba saja ada transfer uang masuk. Saat mendengar terjadi persoalan di kantor kecamatan Jenggawah, hingga saat ini Faris menghilang dan telefon selularnya tidak bisa dihubungi.

Sementara ketua Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto, menduga terjadi praktek kolusi dan korupsi dalam mekanisme pemilihan rekanan pemenang proyek di kabupaten Jember. Apalagi ketika David mendengar informasi dari Ciptakarya, bahwa Proyek rehab 22 kecamatan direncanakan oleh satu rekanan yang sama. Untuk itu David minta Polres Jember serius mengusut tuntas kasus tersebut.

(1.079 views)