Sidang Gugatan Pilkades Subo ditunda Massa Penggugat Naik Pitam

sidang

Gara-gara sidang sengketa pilkades Desa Subo, Kecamatan Pakusari selalu ditunda karena ketidaksiapan dari pihak tergugat, sejumlah massa pendukung penggugat, Senin siang naik pitam. Kemarahan pihak penggugat juga dipicu karena kuasa hukum tergugat tidak jujur dengan mengatakan kliennya sedang berada di Madura.

Kusa Hukum pihak Penggugat Nurhayati kepada sejumlah wartawan menjelaskan, sebelumya pihaknya melayangkan gugatan terkait adanya kecurangan yang terjadi pada pelaksanaan pilkades di Desa Subo. Di antaranya adanya dugaan 16 surat suara siluman, pemilih di bawah umur, dan pemilih dengan domisili di luar Desa Subo. Dalam gugatan tersebut sebagai tergugat satu Kepala Desa Subo terpilih, dan tergugat dua Ketua Panitia Pilkades Desa Subo.

Sesuai hasil sidang sebelumnya majelis hakim Pengadian Negeri Jember meminta agar persoalan tersebut diselesaikan dengan cara mediasi. Namun karena mediasi gagal akhirnya sidang kembali dilanjutkan pada hari ini. Namun lagi-lagi sidang kembali ditunda hingga pekan depan atas permintaan kuasa hukum tergugat, dengan alasan masih akan berkoordinasi lebih lanjut dengan kliennya yang saat ini masih berada di Madura.

Karena itulah lanjut Nurhayati sejumlah massa dari penggugat naik pitam mendengar pernyataan kuasa hukum tergugat. Sebab dari pihak penggugat saat hendak ke Pengadilan Negeri Jember sempat berpapasan dengan tergugat di Desa Subo. Massa baru bisa tenang dan pulang setelah Nurhayati menjelaskan akar persoalannya.

Sementara Kuasa Hukum Tergugat Andreas saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu menahu terkait massa dari penggugat yang naik pitam. Namun Andreas memastikan pihaknya akan menjawab semua gugatan yang dilayangkan oleh penggugat. Karena memang dirinya masih perlu berkoordinasi lebih lanjut dengan kliennya, sehingga mengajukan agar sidang ditunda hingga pekan depan.

(856 views)